Jalan Akses Keluar Masuk Rumah Terganggu, Air PDAM Tidak dapat Dinikmati Masyarakat
Spread the love

Mediakebenarankeadilan.com – Masyarakat Karya IV jalan Balai Desa lingkungan 1 Helvetia Sunggal Deli Serdang, merasa resah akibat penanaman pipa air, mengakibatkan akses keluar masuk rumah warga terganggu bila menggunakan kenderaan roda dua dan empat.                                                                  

Keresahan masyarakat itu diakibatkan pihak pemborong tidak ada komunikasi terlebih dahulu dengan warga, yang memicu keresahan warga.                                                                       

Salah seorang warga Tema Hia (37) tahun berdomisili dilikungan 1 karya IV Helvetia Sunggal Deli Serdang, mengatakan ia pun mau bertanya kepada pemborong, tetapi pemborong tidak pernah bertemu dengan warga. Mereka mengorek tanah untuk menamam pipa ditengah jalan warga, bukan konsultasi dengan rakyat sehingga mengganggu aktifitas warga untuk melintas, bahkan pampler pekerjaan pun tidak diberitahukan kemasyarakat. 

Tidak hanya akses jalan keluar masuk rumah warga sama sekali terganggu, air minum dari PDAM tidak dinikmati masyarakat sudah berjalan lima hari sekali saat ini.                                                                           

Sementara itu Darmansyah (79) tahun menyampaikan ada sebahagian warga mengetahui pekerjaan pengorekan tanah memang untuk pipa air minum ditengah jalan, tetapi yang sangat diherankan Kepala Dusun tidak mengetaui dan tidak menerima informasi.        

Pada kesempatan itu Akbar dari teknisi PDAM saat ditemui wartawan Mediakebenarankeadilan.com, ia mengutarakan “pemborong yang mengerjakan pekerjaan ini terkesan semeraut hanya memikirkan proyek sendiri, dampak dari pekerjaan yang terkesan tidak beres, pipa air minum kerumah wargapun dibeko tanpa memikirkan pelanggan PDAM”.                 

Dari pantauan wartawan Mediakebenarankeadilan.com, penimbunan tanah yang digali untuk menutupi pipa yang ditanam, pihak pemborong tidak menggunakan sertu atau batu koral campur pasir, tetapi menggunakan limbah bangunan atau pecahan batu bata.

Leave a Reply

Your email address will not be published.