HIMMAH Desak Polrestabes Medan Usut Tuntas Kasus Pejabat Publik Yang Terjerat Kasus Hukum
(Suasana Demo Di depan Kantor Polrestabes Medan Senin 09/02/2026).Foto : Bukhari
Spread the love

Mediakebenarankeadilan.com , Medan — Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH) menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolrestabes Medan pada Senin (09/02/2026). Aksi tersebut bertujuan mendesak aparat penegak hukum agar mempercepat penanganan sejumlah kasus yang dinilai belum ditindaklanjuti secara maksimal.

Dalam aksi itu, massa membawa spanduk dan poster berisi tuntutan transparansi serta penegakan hukum tanpa pandang bulu. Para demonstran menegaskan bahwa pergerakan yang mereka lakukan merupakan bentuk dukungan moral kepada Kapolrestabes Medan agar berani menuntaskan berbagai perkara yang dinilai mandek.

“Ada beberapa kasus dan banyak hal yang belum ditindaklanjuti. Kami membawanya ke sini supaya segera dipercepat penyelesaiannya,” ujar Koordinator Aksi sekaligus Ketua PC HIMMAH Kota Medan, Imransyah Pasai, dalam orasinya.

HIMMAH menilai lambannya proses hukum, khususnya terhadap pejabat publik yang diduga mencederai rasa keadilan masyarakat, berpotensi menurunkan kepercayaan publik terhadap penegakan hukum. Salah satu isu yang disorot dalam aksi tersebut adalah dugaan penyalahgunaan dana Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD) oleh Camat Medan Maimun.

Imransyah menyebutkan, berdasarkan pemberitaan yang beredar, terdapat dugaan penggunaan dana sekitar Rp1,2 miliar untuk judi online, dan yang bersangkutan telah diperiksa oleh Inspektorat Pemerintah Kota Medan. Menurutnya, judi online merupakan kejahatan serius yang merusak moral serta perekonomian masyarakat, sehingga pejabat negara yang diduga terlibat harus segera diperiksa secara hukum demi menjaga integritas pemerintahan.

“Kami mendesak kepolisian agar segera memanggil dan memeriksa Camat Medan Maimoon. Jangan sampai hukum hanya tajam ke bawah, tapi tumpul ke atas,” teriak salah satu orator di tengah aksi.

Selain kepada kepolisian, mahasiswa juga meminta Pemerintah Kota Medan untuk bersikap tegas dengan mengevaluasi kinerja camat yang bersangkutan hingga proses hukum berjalan secara jelas dan transparan. Mereka menilai, jika dugaan tersebut dibiarkan berlarut-larut tanpa kepastian, maka akan berdampak buruk terhadap kepercayaan publik kepada pemerintah daerah.

Aksi demonstrasi awalnya berjalan tertib. Ratusan mahasiswa memulai aksi di depan Mapolda Sumatera Utara. Setelah menyampaikan orasi dan tuntutan, massa kemudian bergerak menuju Mapolrestabes Medan.

Namun, setelah sekitar satu jam berorasi secara bergantian di depan Mapolrestabes Medan, situasi yang semula kondusif berubah menjadi ricuh. Kericuhan terjadi saat pendemo membakar ban, yang kemudian memicu aksi saling dorong antara massa dan aparat kepolisian.

Salah Seorang Pengunjuk Rasa Terluka Saat Terjadinya Kericuhan
Salah Seorang Pengunjuk Rasa Terluka Saat Kericuhan Berlangsung

Dalam insiden tersebut, dua anggota HIMMAH dilaporkan menjadi korban. Keduanya yakni Akhyar Nasution dan Dian Syahputra Lubis yang merupakan tim media HIMMAH. Dian Lubis mengalami luka robek di pelipis mata sebelah kiri, sementara Akhyar Nasution mengalami lebam akibat benturan saat kericuhan berlangsung.

Meski sempat diwarnai ketegangan, aksi demonstrasi akhirnya berakhir dengan tertib dan massa membubarkan diri.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Polrestabes Medan terkait tuntutan massa maupun adanya peserta aksi yang mengalami luka dalam insiden tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published.