Mediakebenarankeadilan.com – Jakarta, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) terus menyelidiki secara independen kasus penembakan di rumah dinas Kadiv Propam Polri nonaktif Irjen Pol Ferdy Sambo yang menewaskan Brigadir Nofryansyah Yosua Hutabarat atau J.
Sejumlah pihak bahkan telah dimintai keterangan terkait kasus ini, mereka di antaranya keluarga Brigadir J, tim digital forensik dan pusat laboratorium forensik (puslabfor), hingga 6 ajudan Irjen Ferdy Sambo termasuk Bharada E.
Kendati begitu, Komnas HAM sampai saat ini belum memeriksa Irjen Ferdy Sambo bersama istrinya yang berinisial PC. Padahal keterangan dari keduanya sangat dibutuhkan untuk mengungkap terang perkara ini.
Komisioner Komnas HAM, M Choirul Anam lantas buka suara terkait dengan pemeriksaan terhadap Irjen Sambo dan istrinya yang belum dilakukan hingga saat ini. Kata Anam, terdapat beberapa tahapan yang harus dilakukan sebelum memeriksa Sambo dan istrinya.
“Pasti, kami akan panggil Pak Ferdy Sambo, pasti kami akan meminta keterangan Bu Putri, tapi tahapannya adalah memperkuat dulu sekuen-sekuen ceritanya, konteks waktunya dan sebagainya, baru nanti pasti ke Ferdy Sambo, nanti akan ke TKP,” ujar Anam kepada wartawan, Kamis, 28 Juli 2022.
Saat ditanya kepastian waktu pemeriksaan terhadap Irjen Sambo dan istrinya PC, Anam tidak menjawab secara gamblang. Sebab, pihaknya masih menunggu pemeriksaan terhadap saksi-saksi lain. Salah satunya ajudan Irjen Sambo yang tak hadir dalam pemeriksaan pada Selasa, 26 Juli 2022 lalu.
“Belum tentu pekan depan, tapi kami sedang persiapkan. Jadi belum tau ini,” jelasnya.
Sebelumnya, Anam dengan tegas membantah isu yang beredar bahwa Brigadir J tewas dalam perjalanan dari Magelang menuju Jakarta. Hal ini berdasarkan pemeriksaan 20 CCTV dari 27 Tutuk selama perjalanan dari Magelang – Duren Tiga – RS Polri Kramat Jati.
Dari 20 video dari 27 titik kami lihat semuanya dari Magelang sampai Duren Tiga, termasuk juga video sampai Kramat Jati,” kata Anam dalam keterangannya saat konpers di Komnas HAM, Rabu 27 Juli 2022.
Anam bahkan menyebut ada satu waktu dimana Irjen Ferdy Sambo bercengkrama dan tertawa bersama Brigadir J sebelum diduga tewas akibat ditembak Bharada E.
“Sebelum kematian, lokasinya di Jakarta yang itu ngobrol nyantai begini dan tertawa-tawa. Siapa yg tertawa? Termausk J ya. Jadi kalau ini seolah-olah dibunuh dengan tetawa-tawa antara Magelang dan Jakarta sudah, itu salah,” ujar Anam. (VIVA)


Leave a Reply