Mediakebenarankeadilan.com – Medan, Puluhan orang dari mahasiswa peduli transparan Sumatera Utara (GMPET) melakukan orasi didepan pintu masuk kantor Direksi PTPN-3, tadi pagi .
Gerakan mahasiswa itu kejaksaan Agung, Kejatisu untuk menyelesaikan dugaan korupsi pengadaan didua perusahaan bersumber dana dari APBN.
Riky Pratama selaku ketua orasi menyampaikan dugaan korupsi pengadaan didua perusahaaan bersumber dana yakni PT. Sarana Agro Nusantara yang dilaksanakan oleh PT.Ginsak Enggring pada pekerjaan pengadaan dan pemasangan 1 unit boiler berbahan bakar cangkang kapasitas 6000 kg/h combination, dengan No.SAN/DIR/SP/15/V/2019 dengan anggaran sebesar Rp.7.667.812.000 milliar.
Masih menurut ketua orasi, PT.Sarana Agro Nusantara sudah berubah nama menjadi PT.Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara, patut diduga mesin yang sudah dibeli tersebut tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
Diduga penyimpangan dalam pelaksanaan pekerjaan pembangunan eks kantor P.T. Sarana Agro Nusantara tersebut dengan nggaran lebih kurang 1 milliar rupiah.
Pelaksanaan pekerjaan pengadaan pemasangan, kata ketua orasi, satu unit boiler berbahan bakar cangkang kapasitas 6000 kg/h combination, baik itu Dirut PT.Sarana Agro Nusantara saudara TR,PPK, PPTK, Ketua Panitia Lelang saudara LS dan memeriksa rekanan pelaksana saudara MS serta yang terlibat dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut.
Sementara itu Direktur Umum PTPN-3 melalui Tondi Lubis sebagai Kepala Humas PTPN-3 membenarkan P.T.Srana Agro Nusantara yang harus menanggapi pernyataan mahasiswa, tetapi PTPN-3 hanya menyetujui anggaran.
Tondi Lubis tidak dapat menjelaskan secara rinci tehnis jalannya PT.Sarana Agro Nusantara sebagai pelaksana pekerjaan.


Leave a Reply